5 April merupakan tanggal yang menandai salah satu tragedi kelam di industri musik, khususnya bagi penikmat genre grunge. Pasalnya 24 tahun silam, Kurt Cobain—legenda grunge yang juga vokalis dan gitaris Nirvana—mengakhiri hidupnya dengan menembakkan shotgun lewat mulut.

 

Kematiannya yang mengejutkan masih dibahas sampai sekarang. Frozzaholics bahkan bisa menonton film-film biopik yang mengangkat peristiwa tragis tersebut. Nah, salah satu hal yang sering didiskusikan adalah aktivitas Cobain sebelum mencabut nyawanya sendiri. Disitat dari situs Feel Numb, sang musisi sempat mendengarkan lagu-lagu dari album bertajuk Automatic for the People karya R.E.M. Bahkan album tersebut masih diputar saat jasad Cobain ditemukan.

 

Bukan rahasia lagi bila Cobain memang menggemari karya R.E.M, terutama Automatic. Dia juga pernah bilang ingin menciptakan album seperti itu buat Nirvana, Frozzaholics. Lalu, entah kebetulan atau bukan, tembang berjudul Everybody Hurts ternyata dirilis sebagai respons terhadap muda-mudi yang bunuh diri di era tersebut. Bill Berry, drummer R.E.M, pun menambahkan kalau lirik lagu tadi ditulis sebagai bentuk penyemangat para pemuda agar mereka mencari solusi selain mengkahiri hidupnya.

 

Kurt Cobain dan konspirasi seputar kematiannya

 

Pesan Everybody Hurts menjadi ironi tersendiri dalam kematian Cobain. Namun, hal ini bukan jadi satu-satunya hal menarik dari kasus tersebut, Frozzaholics. Pasalnya ada sejumlah konspirasi yang mengitari kepergian Cobain yang dianggap janggal oleh beberapa pihak.

 

Misalnya, surat wasiat Cobain yang, menurut pengamat teori konspirasi, tidak ditulis oleh sang musisi. Tulisan tangannya pun tidak mirip. Di dalamnya, Cobain memberi pesan kepada sang istri, Courtney Love, untuk menjaga putri semata wayang mereka, Frances Bean Cobain. Satu hal yang ganjil adalah, sebelum kematiannya, Cobain sempat membahas keinginan bercerai. Apa sang musisi berubah pikiran?

 

Masih membahas Courtney Love, ada yang beranggapan bahwa vokalis Hole tersebut menyewa seorang pembunuh bernama Eldon Hoke/El Duce dengan bayaran USD50.000.

 

Hal tersebut bahkan diungkapkan El dalam wawancara, tetapi dua hari kemudian dia tewas tertabrak kereta. Para penganut teori konspirasi lantas berasumsi kalau kecelakaan tersebut sengaja di-setting, karena El membocorkan rahasia penting. Konspirasi terkenal lainnya adalah ada seseorang yang menyuntikkan heroin dosis tinggi kepada Cobain sebelum aksi bunuh dirinya terjadi.

 

Terlepas dari konspirasi-konspirasi di atas, kematian Cobain masih menyisakan luka mendalam bagi pecinta Nirvana maupun industri musik internasional.