Banyak yang menyangka anak Punk itu berandalan. Mereka dianggap sampah nggak berguna, pembuat onar, simbol salah asuhan, anak jalanan dan beragam stigma negatif lainnya. Kalau anak-anak Punk pada baper, mungkin mereka akan nangis darah dengan semua tuduhan menyakitkan ini.

Padahal kalau melihat dari sejarahnya, Punk merupakan subkultur yang lahir di London pada era 80an yang diisi oleh sekumpulan anak muda yang mengusung gerakan anti-kemapanan. Nggak cuma lewat musik, mereka pun melawan lewat fashion, pemikiran dan gaya hidup.

Frozzaholics, berikut merupakan 5 ideologi dasar gerakan Punk yang dikutip dalam buku berjudul Punk! Fesyen-Subkultur-Identitas

Do it Yourself (DIY)

Kalau masih suka menghardik anak-anak Punk tapi bangga dengan segala hal yang berbau DIY alias bikin sendiri, sebaiknya kamu malu. Pasalnya, DIY alias Do it Yourself sejatinya merupakan tindakan nyata anak-anak Punk sebagai pentuk perlawanan mereka terhadap kemapanan.

Dengan semangat DIY yang mereka miliki, anak-anak Punk ini membuat segala hal yang mereka butuhkan, dari mulai fashion, musik, dan lainnya. Pokonya, apapun dibikin sendiri!

Anti Kemapanan

Catat Frozzaholics, yang dimaksud dengan kemapanan disini adalah, apapun yang mainstream atau dominan di masyarakat, bukan berarti mereka harus miskin atau hidup menggembel.

Misalnya, mereka lebih suka menampilkan gaya rambut spike, penuh warna, skinhead dan lainnya, yang merupakan simbol perlawanan terhadap gaya rambut rapih yang dulu dianggap berkelas dan simbol para bangsawan. Selain itu, mereka pun melawan dengan fashion, musik (indie) dan lainnya.

Counter Culture

Sebenarnya, semangat counter culture yang mereka usung merupakan salah satu senjata utama dalam melawan budaya masintream yang berlaku di masyarakat.

Misalnya dalam musik, di tahun 80an masyarakat lebih tertarik dengan cord gitar mewah yang sering ditampilkan musisi rock, seperti Led Zeppelin, Yngwie Mainstream dan lainnya. Sebagai bentuk perlawanan, mereka pun kemudian menciptakan musik dengan cord simple dan minim melodi.

Dalam fashion, mereka sering meledek gaya berpakaian dan rambut yang rapi, dengan menampilkan gaya asal-asalan, terkesan serampangan dan rebel.

Kesetaraan

Dalam komunitas punk, aturan kasta benar-benar ditentang keras. Mereka menganggap semua orang sama, punya hak dan kewajiban yang sama. Mereka pun menolak silau dengan kedudukan, latar belakang pendidikan, status sosial dan lainnya. Intinya, bagi mereka semuanya sama!

Anarkis

Bukan berarti mereka urakan atau suka berbuat onar, menurut John Martono dan Arsita Pinandita, faham anarkis anak-anak Punk bermakna kehidupan tanpa negara, tanpa pemerintah. Faham ini pun merupakan bagian dari faham kesetaraan yang mereka anut.