Ngomongin bali, wajar kalau kamu langsung ingat dengan keindahan pantai Kuta dan beberapa pantai indah lainnya di Bali. Tapi Frozzaholics, kamu tahu nggak kalau ternyata di Bali pun ada sebuah desa eksotis yang bernama Desa Penglipuran? Nah, namanya masih asing bukan?

Desa Penglipuran merupakan desa adat yang ditunjuk sebagai contoh pertama desa wisata sejak tahun 1995 silam. Bahkan sejak desa Adat ini dipilih sebagai lokasi syuting beberapa film FTV, kunjungan wisata kepada ke sini dilaporkan terus mengalami peningkatan.

Untuk memasuki ini, kamu hanya dipungut biaya sebesar Rp 7.500 untuk wisatawan lokal, dan Rp. 10.000 untuk wisatawan mancanegara. Tentu saja itu belum termasuk biaya parkir kendaraan yang dipatok hanya Rp 5.000 saja. Well, murah banget kan?

Lantas, apa saja sih yang menarik dari desa ini?

Sama seperti desa adat lainnya, Desa yang terletak di Kubu, Kabupaten Bangli ini menawarkan sajian utamanya berupa nuansa alam pedesaan, lengkap dengan ciri khas adat Bali yang eksotis dengan rumah bergaya khas Bali yang seolah diseragamkan bagi setiap penduduknya.

Terletak di ketinggian 600-700 mdpl, suasana sejuk dan asri desa ini begitu kental terasa. Menurut sejarah, sejak pertama kali didirikan pada abad ke-9, suasananya masih tetap sama persis, dari mulai bangunannya, bentuk halaman hingga pembagian ruangan di dalam rumahnya.

Desa dengan total luas 112 ha tersebut memuat 76 kavling, dimana setiap kavlingnya rata-rata sudah berusia lebih dari 200 tahun. Suasana adem dan tenang ini semakin disempurnakan dengan deretan kebun bambu yang mengisi kurang lebih 40 persen dari total lahan disana.

Nah, buat kamu yang berniat mengeksplorasi keindahan Desa Penglipuran, datanglah menjelang Hari Raya Galungan. Pada saat itu, desa ini akan terlihat makin seksi dengan kehadiran penjor di tiap rumah, lengkap dengan gadis Bali yang hilir mudik dengan pakaian adatnya.

Kulinernya? Tenang, kamu pun bisa menikmati kuliner khas Desa Penglipuran, yakni loloh cemceman. Kombinasi rasa asam pedas menyegarkan dari minuman berwarna hijau ini sangat cocok dikonsumsi sebagai pelepas dahaga setelah lelah berkeliling desa eksotis yang satu ini.

Bagaimana menurutmu Frozzaholics? Tertarik menikmati sensasi ademnya desa adat Penglipuran?