Jika kamu penggemar berat Doraemon, pasti kamu sudah menonton film yang konon katanya mampu membuat seisi biskop menangis. Jahat banget film ini! Dalam beberapa ulasan media, Doraemaon : Stand By Me, digambarkan sebagai film yang luar biasa. Film ini mampu menyuguhkan alur cerita yang sederhana, dengan tampilan grafis 3D yang sangat memukau. Kabar-kabar inilah yang kemudian memunculkan ekpektasi berlebih tentang cerita yang diangkat dalam film-nya. Terlebih karena tema yang diangkat adalah, perpisahan Nobita dan Doraemon.

Padahal kenyataannya, film ini merupakan film daur ulang alias Remake dari film Doraemon : Stand By Me dalam versi 2D. So, kalau kamu merupakan penggemar setia Doraemon dan selalu mengikuti cerita Doraemon, dari mulai serial TV, manga atau The Movie-nya, kamu seharusnya sudah menonton film ini, karena 90 persen cerita dalam film ini sama persis dengan Film versi 2D.

Awal Cerita Film

Review Doraemon-Stand By Me

Film ini sendiri diawali dengan kedatangan Doraemon dan buyut Nobita yang bernama Sewashi yang berasal dari abad 22. Mereka berdua datang ke jaman Nobita kecil demi mengubah masa depan Nobita yang dimasa depan digambarkan memiliki banyak masalah, dan salah satu masalah besar yang dialami Nobita adalah, pernikahannya dengan Jaiko yang merupakan adik Gian.

Karena itulah, akhirnya Sewashi memaksa Doraemon untuk membantu Nobita dengan cara menyetel alat yang akan mencegah Doraemon kembali ke masa depan kalau dirinya belum bisa membuat Nobita bahagia.

Setelah adegan ini, alur film ini sendiri berjalan seperti biasanya. Doraemon tinggal di rumah Nobita, kemudian mulai membantu Nobita dengan kantong ajaibnya yang memuat berbagai alat canggih untuk membuat Nobita bahagia.

Selain itu, dalam film ini ikut disertakan juga beberapa cerita yang pasti pernah kamu tonton dalam film serial Doraemon, yakni ketika Doraemon mengeluarkan alat telur pengeram untuk membuat Shizuka tertarik kepadanya. Tidak hanya itu, ada juga Malam Sebelum Pernikahan, Hadiah di Gunung Salju dan lainnya. Untuk yang terakhir disebutkan, adegan dalam versi 3D terlihat lebih menyentuh jika dibandingkan dengan adegan penyelamatan Shizuka oleh Nobita dalam versi 2D.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, film ini sangat menarik untuk ditonton, terutama kalau kamu merupakan penggemar berat segala hal yang berhubungan dengan Doraemon. Walaupun versi 3D ini hampir sama dengan versi Doraemon : Stand By Me versi 2D, tapi tetap saja versi 3D lebih baik. Lantas, bagaimana pendapat Frozzaholics?