Baru-baru ini kancah industri game baru saja kehilangan salah satu figur mumpuninya, Frozzaholics. Satoru Iwata, yang merupakan presiden keempat dan Chief Executive Producer (CEO) dari Nintendo Jepang, dikabarkan meninggal dunia hari Sabtu lalu tepatnya tanggal 11 Juli. Berita duka ini jelas mengguncang para gamer yang tentu sudah familiar dengan sepak terjang Iwata-san dan game-game keluaran Nintendo. Satu persatu, mereka menunjukkan belasungkawa atas kepergian Iwata-san dan rasa terimakasih atas jasanya dalam dunia game.

Iwata-san yang menggantikan Hiroshi Yamauchi sebagai presiden Nintendo sejak Mei 2002 ini memang menghadirkan angin segar di dunia game, Frozzaholics. Dan ini nggak cuma berlaku untuk perusahaan yang dipimpinnya, tapi juga gamer-gamer di seluruh dunia turut menikmati hasil kerja Iwata-san. Konsol Nintendo DS dan Nintendo Wii yang masing-masing dirilis 2004 dan 2006 adalah dua dari sekian banyak hasil manajemen Iwata-san yang brilian. Dan melalui kedua konsol ini, Nintendo berhasil sukses secara finansial, Frozzaholics.

Nintendosumber gambar: dailytech.com

Sebelum menjadi orang nomor satu di Nintendo, Iwata-san bekerja di HAL Laboratory atau Haru Kenkyujo yang kerap berkolaborasi dengan Nintendo sebagai programer. Di sini, Iwata-san turut serta dalam pengembangan beberapa judul game seperti Kirby, Super Smash Bros, dan tentu saja franchise game super beken yang dicintai semua kalangan: Pokemon!

Pada tahun 1993, Iwata-san dipromosikan untuk menjadi presiden dari HAL Laboratory yang saat itu tengah diujung kebangkrutan. Keputusan yang tepat soalnya Iwata-san berhasil membawa HAL Laboratory ke keadaan finansial yang jauh lebih stabil, Frozzaholics!

Dari sini, karier Iwata-san terus menanjak sampai akhirnya pada tahun 2000, beliau bergabung dengan Nintendo sebagai Head of Corporate Planning selama dua tahun, sebelum menggantikan Hiroshi Yamauchi yang menjabat sebagai presiden Nintendo sejak tahun 1949. Hal ini menjadikan Iwata-san presiden pertama Nintendo yang tak memiliki relasi apapun dengan keluarga Yamauchi, baik itu ikatan darah ataupun melalui pernikahan, Frozzaholics.

Di Nintendo, Iwata-san tak henti-hentinya melakukan inovasi. Beliau yang merasa bahwa industri game kian hari kian eksklusif akhirnya melakukan usaha-usaha revitalisasi yang dapat membantu Nintendo menarik lebih banyak gamer, Frozzaholics! Salah satunya adalah transisi dari Game Boy ke Nintendo DS. Beliau jugalah yang mendorong pengembangan Wii. Memungkinkan kita semua untuk memainkan video game dengan sistem motion based control. Nggak hanya itu, di Nintendo beliau juga ikut ambil bagian dalam pengembangan sejumlah judul game beken seperti The Legend of Zelda, Mario, dan The Animal Crossing.

Pada tahun 2014, Nintendo mengumumkan bahwa tidak akan hadir pada konferensi E3 saat itu dikarenakan alasan medis. Belakangan diketahui, kalau ternyata beliau tengah menjalani operasi untuk mengangkat tumor dari saluran empedunya. Hingga pada tanggal 12 Juli 2015, Nintendo memberikan pernyataan resmi bahwa Iwata-san tutup usia di usianya yang ke-55 dikarenakan komplikasi tumor tersebut.

Kini, meski beliau sudah pergi, warisannya masih bisa kita nikmati dan game-game yang beliau bantu kembangkan masih awet bertahan sampai sekarang. Thank you for giving us the best moments of our lives through your games and innovation, Iwata-san. May you rest in peace.

Nintendosumber gambar: breitbart.com