Setelah dianggap hanya barang kuno, sekarang ini vinyl kembali mencapai masa jayanya. Kini, sejumlah orang kembali memburu vinyl untuk kembali bisa menikmati suara dari benda yang sudah sekian lama ditinggalkan. Beberapa dari pemburu vinyl ini bahkan berani membayar mahal demi memanggil kembali kenangan masa lampaunya bersama benda unik yang satu ini.

Sedangkan bagi beberapa orang lainnya, mengoleksi vinyl bukan hanya untuk mendapatkan kennagannya kembali, tetapi sebagai identitas diri karena kesan seksi yang ditimbulkan dari bunyi suara benda yang sangat akrab di tahun 70an ini sebagai bagian dari sejarah audio player di dunia..

Hadirnya Berbagai Komunitas Pecinta Vinyl

[caption id="attachment_1109" align="aligncenter" width="600"]Memburu Vinyl di Jakarta - Vinyl Sumber foto: google.com[/caption]  

Semakin banyaknya orang yang kembali memburu vinyl, telah membuat orang-orang ini mencoba untuk mengikat penikmat vinyl dalam sebuah komunitas. Didalamnya, mereka bisa bertukar pakai vinyl atau lazim disebut piringan hitam, mencari informasi tentang tempat-tempat unik untuk berburu vinyl, bahkan beberapa diantaranya ada yang menjadikannya sebagai peluang bisnis.

Gaya Hidup Kaum Muda

Harus diakui, lewat tangan-tangan komunitas pecinta vinyl, benda yang awalnya dianggap sebagai benda kuno ini telah menjelma menjadi benda yang berharga dan memiliki daya pikat tersendiri. Tidak heran jika mengkoleksi vinyl duah dijadikan sebagai gaya hidup kamu muda.

Mulai dari bangun di pagi sampau tengah malam, para pecinta vinyl  ini biasanya tidak akan mau jauh dari benda yang memiliki suara yang khas. Dengan ditemani oleh alunan suara dari vinyl, para pecinta vinyl mengaku merasa punya suatu nilai kemewahan yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun.